<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>إسلامية لا وهابية</title>
	<atom:link href="http://abaabdirrahman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abaabdirrahman.wordpress.com</link>
	<description>Hanya Islam Bukan Wahhabi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Dec 2008 05:50:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abaabdirrahman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>إسلامية لا وهابية</title>
		<link>http://abaabdirrahman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abaabdirrahman.wordpress.com/osd.xml" title="إسلامية لا وهابية" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abaabdirrahman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sebagian Pakaian Yang di Haramkan Syari’at</title>
		<link>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/12/03/sebagian-pakaian-yang-di-haramkan-syari%e2%80%99at/</link>
		<comments>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/12/03/sebagian-pakaian-yang-di-haramkan-syari%e2%80%99at/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 00:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسي البوغوري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abaabdirrahman.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian Pakaian Yang di Haramkan Syari&#8217;at بعض ما يحرم من اللباس al &#8216;Allamah asy Syaikh Abu &#8216;Abdillah Muhammad bin Shalih al &#8216;Utsaimin رحمه الله تعالى إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=33&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Sebagian Pakaian</strong></span></h1>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Yang di Haramkan Syari&#8217;at</strong></span></h1>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>بعض ما يحرم من اللباس</strong></span></h1>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>al &#8216;Allamah asy Syaikh</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Abu &#8216;Abdillah Muhammad bin Shalih al &#8216;Utsaimin</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>رحمه الله تعالى</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله</strong></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>عبد لا يعبد ورسول لا يكذب أدى عبادة ربه وبلغ رسالته ونفع أمته وجهد في الله حق جهاده وصلوات الله والسلامه عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين</strong></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أما بعد ، وقد قال الله عز وجل :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh, Mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Al A&#8217;raaf : 26).</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>نَعَمْ!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah dari tanda-tanda kekuasaan Alloh Ta&#8217;ala, Dia jadikan jasad anak Adam telanjang, tidak ditutupi bulu, rambut, wool, dan tidak pula pakaian yang indah, agar manusia tahu bahwa dia telanjang kecuali dengan memakai pakaian, sehingga dengan hal itu manusia senantiasa ingat bahwa ia membutuhkan pakaian lahir dan pakaian bathin, butuh pakaian lahir untuk menutupi auratnya, butuh pakaian bathin untuk menghapus kesalahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka di ayat yang mulia ini, Alloh Ta&#8217;ala menerangkan apa yang Dia anugerahkan kepada Hamba-Nya, ketika Dia menurunkan kepada manusia 3 jenis pakaian, yakni 2 jenis pakaian lahir (yang nampak oleh indera) dan 1 jenis pakain bathin.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun 2 jenis yang lahir adalah pakaian yang bersifat &#8220;Dharuri&#8221; (mendesak), dengannya manusia menutupi auratnya, yang dengannya manusia memakaikannya pada badannya yang mesti manusia memakainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pakaian yang kedua adalah ريش &#8220;Riisy&#8221; atau disebut juga رياش &#8220;Riyaasy&#8221; yaitu pakaian keindahan dan perhiasan yang lebih dari pakaian yang bersifat &#8220;Dharuri&#8221; (mendesak).</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun jenis yang bathin adalah pakaian taqwa, taqwa kepada Alloh Ta&#8217;ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, pakaian ini lebih baik dari 2 jenis pakaian lahir tadi, hal itu karena pakaian ini menutupi aurat manusia di dunia dan di akhirat,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وقال الله </strong><strong>عز وجل:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8230;Barangsiapa bertaqwa kepada Alloh niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Alloh telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath Thalaq : 2-3)<span id="more-33"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah urusan Alloh <strong>عز وجل</strong> yang diturunkan atas kalian&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Alloh mempunyai karunia yang besar. (Al Anfaal : 29).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan karena pakaian bathin ini, khusus bagi mukmin yang bertaqwa kepada Alloh <strong>عز وجل</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun pakaian-pakaian lahir dengan kedua jenisnya, sama-sama dimiliki antara orang mukmin dan orang kafir, orang baik-baik dan orang yang jahat, orang fasik dan orang yang ta&#8217;at, bahkan sering orang kafir, orang jahat dan orang fasik diberi pakaian yang tidak diberikan kepada orang yang beriman dari hal itu.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya pakaian ini adalah perhiasan yang Alloh U keluarkan untuk para hamba-hamba-Nya dan Alloh U halalkan bagi mereka, dan Dia mengingkari orang yang mengharamkannya tanpa bukti dan dalil,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>قال الله تعالى :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Katakanlah: &#8220;Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Alloh yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?&#8221; Katakanlah: &#8220;Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari qiyamat.&#8221; Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (Al A&#8217;raaf : 32).</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya pada penyandaran nama perhiasan ini kepada Alloh جل وعلا  dan pensifatannya, bahwa Alloh جل وعلا mengeluarkannya untuk mereka, sungguh merupakan bukti terbesar, bahwa bukan hak kita untuk membuat hukum sendiri mengenainya, dengan penghalalan ataupun dengan pengharaman,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>فإنما حكمها إلى الله وحده</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Hanya saja hukumnya dikembalikan kepada Alloh semata&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Karena Alloh جل وعلا sendiri yang mengeluarkannya untuk para hamba-hamba-Nya, dan bukan hak kita pula untuk menggunakan perhiasan ini sesuka hati kita, hanya saja kita menggunakannya sesuai sisi peraturan/hukum Alloh yang ditentukan atas kita tanpa kita melampaui batas.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Itulah hukum-hukum Alloh, Maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Alloh mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Al Baqarah : 229)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan Alloh <strong>عز وجل</strong> telah membuat hukum/peraturan dalam hal pakaian ini, dan telah membatasi kita penggunaannya dari segi jenis dan cara memakainya, dari segi penghalalan dan pengharamannya, agar kita dalam pakaian ini tidak melampaui sampai batas yang tidak selayaknya bagi kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun yang halal, maka halal, adalah hukum asal didalam pakaian-pakaian ini, karena Alloh <strong>عز وجل</strong> berfirman :</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dia-lah Alloh, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu&#8221; (Al Baqarah : 29).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka siapapun orangnya yang mengharamkan suatu pakaian, maka kita katakan kepadanya, &#8220;tunjukan dalilnya akan hal itu?&#8221;, kalau tidak ada, maka itu termasuk perkara yang diciptakan Alloh Y untuk kita, dan halal bagi kita sampai ada dalil yang mengharamkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu! Yang halal dari pakaian ini jauh lebih banyak dari yang diharamkan dan pakaian yang haram sedikit bila dibandingkan dengan pakaian yang halal, karena pemberian Alloh lebih luas dari larangan-Nya. Dan tidaklah Alloh melarang sesuatu melainkan karena adanya hikmah balighah yang mengharuskan pelarangan.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Diantara pakaian yang diharamkan, yang sekarang ini mahsyur dan tersebar, adalah pakaian yang ada gambar (makhluk bernyawa)nya, atau pakaian yang dibuat diatas gambar,</p>
<p style="text-align:justify;">karena Ummul Mukminin &#8216;Aisyah <em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em> membeli namruqah, (namruqah itu adalah bantal atau sarung bantal yang bergambar-gambar), kemudian Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> datang, ketika beliau <strong>عز وجل</strong> melihatnya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَقَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan beliau berdiri didepan pintu dan tidak mau masuk,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kata &#8216;Aisyah </em><em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em><em>,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>فَعَرَفَتْ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Aku melihat ketidaksenangan diwajah Rosululloh </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em><em>&#8220;</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8216;<em>Aisyah </em><em>Radhiyallahu &#8216;Anha</em><em> berkata lagi ,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَمَاذَا أَذْنَبْتُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Aku bertaubat kepada Alloh dan Rosul-Nya apa dosa saya?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maka Rosululloh </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em><em> bersabda,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>فَمَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Maka bagaimana dengan Namruqah ini?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Lalu &#8216;Aisyah </em><em>Radhiyallahu &#8216;Anha </em><em>berkata,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>اشْتَرَيْتُهَا لَكَ تَقْعُدُ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدُهَا</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Aku membelinya agar engkau duduk diatasnya dan berbantalkan dengannya&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maka Rosululloh </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em><em> bersabda,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sesungguhnya yang membuat gambar ini disiksa pada hari kiamat&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dikatakan kepadanya,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Hidupkan apa yang kamu ciptakan&#8221;,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>kemudian Nabi </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam </em><em>bersabda,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>ثُمَّ قَالَ إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Rumah yang terdapat gambar (makhluk bernyawa)nya, tidak akan dimasuki oleh malaikat&#8221;</em><a name="_ftnref1" href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya Hadits ini termasuk diantara hadits yang paling shahih dari Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, dan kalian telah mendengarnya bahwa Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> berdiri didepan pintu dan tidak mau masuk, karena dirumah ada sarung bantal yang bergambar (makhluk bernyawa)nya, dan tampak ketidaksukaan itu dari wajahnya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>صَلَوَاتُ الله والسَّلاَمُهُ عَلَيْهِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;semoga Alloh senantiasa meberikan shalawat serta salam kepadanya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sampai Ummul Mukminin &#8216;Aisyah <em>Radhiyallahu &#8216;Anha </em>terang-terangan bertaubat karena apa yang ia lihat pada raut wajah Rosululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika yang demikian ini terjadi pada sarung bantal padahal sarung bantal itu terpisah dari tubuh,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>فَمَا بَلَكُمْ فِي الصُوَرِ الَّتِي تَكُوْنُ عَلَى الْمَلاَبِسِ؟</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Maka bagaimana dengan gambar yang terdapat pada pakaian?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Lalu bagaimana pendapat kalian tentang gambar ini, jika gambar itu gambar seorang pemimpin kekafiran, atau seorang pemimpin kejahatan, atau seorang yang fasik, atau seorang kafir, atau walaupun mereka tidak ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana pendapat kalian bila gambar ini terdapat pada pakaian kita? dan pakaian keluarga dan anak kita?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh mengherankan!!</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana seorang muslim mati dalam keadaan seperti ini, sampai tidak bisa membedakan antara yang merugikan dan yang bermanfa&#8217;at, antara yang haram dan yang mubah?</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh mengherankan!!</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana kita membiarkan hal ini semakin membesar, di zaman yang sedikit ini,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَ نََحْنُ وَ لِلَّهِ الْحَمْدُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;dan kita -<em>segala puji bagi Alloh</em>-&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Bersama kita Kitabulloh Ta&#8217;ala dan Sunnah Rosululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>, dan bersama kita ada &#8216;ulama yang menfatwakan bagi kita, yang menjelaskan kepada kita hukum Alloh Ta&#8217;ala dan Rosul-Nya <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka aku katakan,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh yang wajib atas kita, memutus peredaran pakaian ini, hendaknya kita memutusnya dengan sebenar-benarnya, dan tidak membelinya satupun.</p>
<p style="text-align:center;">Karena jual-belinya itu adalah haram,</p>
<p style="text-align:center;">memakainya juga haram,</p>
<p style="text-align:center;">merasa ridha dengannya juga haram,</p>
<p style="text-align:center;">mencatat jual-belinya juga haram</p>
<p style="text-align:justify;">Karena Alloh Ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.&#8221; (Al Maaidah : 2).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَه</strong>ُ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sesungguhnya Alloh Ta&#8217;ala jika mengharamkan sesuatu juga mengharamkan harganya (jual-belinya),&#8221;<a name="_ftnref2" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya musuh-musuh Islam mendatangkan kepada kita hal-hal semacam ini, sungguh telah mendatangi kita dengan peperangan disegala penjuru, dan melempari kita dari segala arah, mereka taruh gambar-gambar ini pada pakaian, sehingga disebagian kain, ada gambar hewan yang besar dan ada gambar hewan yang kecil, terkadang dengan warna-warna, dan terkadang dengan menaruh potongan kain atau sablon bergambar binatang, dan dengan membuat perhiasan yang membentuk kupu-kupu, atau ikan, atau singa, atau ular, dan selain itu dari bentuk-bentuk binatang, atau dari gambar laki-laki, atau dari gambar perempuan, semua ini, sebagian kita memakainya, hingga ia memilih agar malaikat meninggalkan rumahnya, agar malaikat meninggalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Musuh-musuh kita telah berbuat banyak dalam hal ini atas kita, agar menjadi rendah perintah Alloh dan Rosul-Nya bagi kita, dan agar kita melupakan perintah Alloh dan agar kita melupakan perintah Rosul-Nya, dan agar kita ber-tasahul (bermudah-mudah) atas perintah Alloh dan Rosul-Nya,</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sungguh aku katakan, dan selalu aku ulang-ulang, bahwa memakai gambar-gambar ini, atau pakaian yang ada gambar-gambar (makhluk bernyawa)nya,</p>
<p style="text-align:center;">sesungguhnya adalah haram,</p>
<p style="text-align:center;">karena jual-belinya itu adalah haram,</p>
<p style="text-align:center;">memakainya juga haram,</p>
<p style="text-align:center;">merasa ridha dengannya juga haram,</p>
<p style="text-align:center;">mencatat jual-belinya juga haram</p>
<p style="text-align:justify;">karena termasuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan, karena Alloh  berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertaqwalah kamu kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Amat berat siksa-Nya. (Al Maa-idah : 2).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan sebagaimana tidak boleh bagi seorang muslim, memakai gambar atau apa yang bergambar, dia juga tidak boleh memakaikannya kepada bayi kecilnya, baik laki-laki atau perempuan, dan sungguh para &#8216;ulama <em>-</em>R<em>ahimahumullah-</em> mengatakan, dan diantara mereka &#8216;ulama dari kalangan Hanabilah,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّهُ يَحْرُمُ اللِّبَاسُ صَبِيٍّ مَا يَحْرُمُ عَلَى الْبَالِغُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Diharamkan memakaikannya pada bayi sebagaimana diharamkan atas orang dewasa&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan pembebas ini semua, wahai kaum muslimin,</p>
<p style="text-align:justify;">Bila sekarang ini ada pada manusia sesuatu dari pakaian-pakaian ini, atau berupa perhiasan, yang ada padanya gambar binatang, hendaknya dia memotong kepalanya, adapun jika terdapat pada kain, bila merupakan tempelan merekat, maka dengan mencabutnya atau mencabut kepalanya, dan bila berupa goresan-goresan dengan warna, beri dikepalanya warna yang menghapusnya,</p>
<p style="text-align:justify;">Dan di dalam &#8220;Shahih Muslim&#8221; dari Abi al Hayyaj al Asadi <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, bahwa Ali bin Abi Thalib <em>RAdhiyallahu &#8216;Anhu</em> berkata kepadanya,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أَلاَ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Maukah engkau aku utus seperti dulu Rosululloh </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em><em> mengutusku,&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أَنْ لاَ تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jangan biarkan patung-patung melainkan engkau menghancurkannya,&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَلاَ صُوْرَةً إِلاَّ طَمَسْتَه</strong>َا</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jangan biarkan gambar melainkan engkau menghapusnya,&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَ سَوَّيْت</strong>َهُ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan jangan biarkan kuburan yang ditinggikan melainkan engkau meratakannya,&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ini bila dinisbatkan kepada apa yang kita beli dan apa yang kita miliki, adapun yang tidak kita beli, maka solusi dari hal itu, hendaklah kita memutus peredarannya dengan sebenar-benarnya, dan tidak kita beli serta kita ingatkan saudara-saudara kita dan shahabat-shahabat kita dari membelinya, sampai bila orang kafir yang mendatangkan barang-barang itu kepada kita mengetahuinya, atau orang-orang Islam yang belum tahu,</p>
<p style="text-align:justify;">Bila mereka tahu bahwa kaum muslimin yang takut kepada Alloh dan bertaqwa kepada-Nya memboikotnya, mereka tidak akan mendatangkannya setelah itu, atau tidak mendatangkannya melainkan dengan jumlah yang sedikit, sampai urusannya berhenti,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>نَسْأَلُ اللهَ أَن يَّكْفِيَنَا وَإِيَّاكُمْ شُرُوْرً خَلْقِهِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Kita memohon kepada Alloh agar mencukupkan kita dari kejahatan makhluk-Nya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi pakaian-pakaian ini telah memenuhi pasar-pasar kita, lalu bagaimana tindakan kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Maka jawaban akan hal itu, kita katakan, sebagaimana pakaian siap pakai telah memenuhi pasaran, dan -S<em>egala puji milik Alloh</em>- telah memenuhi pula dengan pakaian-pakaian belum siap pakai, mungkin seorang membeli yang diinginkannya, dari sepotong kain kemudian meyerahkannya ke tukang jahit, betapa banyak kita memiliki tukang jahit,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَقَدْ أَنْزَلَ مَعَهُ دَوَاءً</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sesungguhnya Alloh </em><strong>عَزَّ وَجَلَّ</strong><em> tidaklah menurunkan penyakit melainkan diturunkan bersamanya juga penawarnya&#8221;</em><a name="_ftnref3" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi inti dari semua itu ada pada tekad yang jujur, niat yang jujur, kuatnya iman, dan pada keberanian melawan jiwa yang memerintahkan keburukan,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maka barang siapa yang jiwa mutma-innahnya (yang memerintah kebaikan) mengalahkan jiwa Ammarotubissu-nya (yang memerintah keburukan),  sungguh benar-benar beruntung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maka barang siapa yang jiwa Ammarotubissu-nya (yang memerintah keburukan) mengalahkan jiwa mutma-innahnya (yang memerintah kebaikan),  sungguh benar-benar binasa&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengarkanlah firman Alloh ,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jama&#8217;ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (Al Fajr : 27-30).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kalian ingin termasuk golongan yang diajak bicara seperti ini? Atau ingin termasuk golongan yang diajak bicara selain dengannya?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu kalian tidak menginginkan melainkan ingin termasuk golongan yang diajak bicara dengan kata-kata ini,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. (Al Fajr : 27-28).</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dan termasuk pakaian yang haram, yang khusus keharamannya bagi laki-laki yaitu berpakaian yang melebihi kedua mata kaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Baik celana, baju, atau misdah, atau selainnya, karena Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersbada,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنَ اْلإِ زَارِ فَفِي النَّارِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Apa-apa dari sarung yang lebih rendah dari kedua mata kaki maka tempatnya di neraka.&#8221; Diriwayatkan oleh al Imam al Bukhari dan selainnya.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan berkata Ibnu &#8216;Umar <em>Radhiyallahu &#8216;Anhuma</em>,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي اْلإِزَارِ فَهُوَ فِي الْقَمِيصِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Rosululloh  tidak mengatakan sarung melainkan yang dimaksud adalah pakaian&#8221;</em><a name="_ftnref4" href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Maka tidak halal bagi laki-laki menurunkan sedikit bajunya dibawah mata kaki, karena Nabi  mengancamnya dengan neraka, dan tidak ada ancaman neraka melainkan karena perbuatan haram, bahkan tidak ada ancaman neraka melainkan atas perbuatan dosa besar,</p>
<p style="text-align:justify;">Dan berkata sebagian manusia, sesungguhnya yang dimaksud dengan hadits ini adalah orang yang menurunkan pakaiannya dengan &#8220;<strong>خيلا</strong>ء&#8221; (kesombongan), dan khuyalaa&#8217; adalah apabila seorang mengkhayalkan dirinya berada dikedudukan yang tinggi, merasa angkuh dan ujub,</p>
<p style="text-align:justify;">Aku katakan : sebagian orang yang menyangka bahwa hadits ini tentang yang menurunkan pakaiannya karena khuyalaa&#8217;, karena Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Barang siapa yang menjulurkan kainnya karena sombong Alloh tidak akan melihatnya pada hari qiyamat</em>.&#8221;<a name="_ftnref5" href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Maka si penyangka ini membawa kepada yang hukumnya mutlak itu, atas yang hukumnya terikat ini (khusus), akan tetapi ini tidaklah benar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;">Pertama</span></strong> : Bahwa Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> memisahkan antara keduanya, di hadits yang diriwayatkan oleh al Imam Malik, al Imam Ahmad, al Imam Abu Dawud, al Imam an Nasaa-i dan al Imam Ibnu Majah, dengan sanad yang shahih, dari Abu Sa&#8217;id al Khudri <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, katanya aku mendengar Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ لاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا أَسْفَلَ مِنْ ذَلِكَ فَفِي النَّارِ مَا أَسْفَلَ مِنْ ذَلِكَ فَفِي النَّارِ لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>pakaian seorang mukmin adalah sampai pertengahan betisnya, tidak mengapa berada diantara betisnya dan kedua mata kakinya, dan sarung yang lebih rendah dari kedua mata kaki, maka tempatnya di neraka, dan sarung yang lebih rendah dari kedua mata kaki, maka tempatnya di neraka, dan pada hari qiyamat Alloh tidak akan melihat orang yang menjulurkan pakaiannya karena sombong</em>.&#8221;<a name="_ftnref6" href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada hadits ini Rosululloh <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> membagi pakaian kedalam 4 macam,</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Sampai pertengahan betis dan ini sarungnya seorang mukmin.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Boleh : yang diantara pertengahan betis dengan kedua mata kaki, dan ini termasuk amalan para shahabat <em>Radhiyallahu &#8216;Anhum</em>. sebagaimana Abu Bakr <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em> berkata,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ إِزَارِي يَسْتَرْخِي إِلاَّ أَنْ أَتَعَاهَدَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Salah satu ujung sarungku tergerai sehingga senantiasa ku jaga</em>.&#8221; (HR. Bukhari dan selainnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Ini menujukkan bahwa sarung Abu Bakr <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em> dibawah tengah betis, yakni turun dari itu, kalau sekiranya tidak seperti itu, kalau sampai menyentuh tanah tentu akan terbuka auratnya, dan ini hal yang mustahil.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَمَا كَانَ أَسْفَلَ مِنْ ذَلِكَ أَيِّ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Adapun yang lebih rendah dari itu, yakni dari kedua mata kaki maka tempatnya di neraka</em>.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Nabi<em> Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Dan pada hari qiyamat Alloh tidak akan melihat orang yang menjulurkan pakaiannya karena sombong.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> membedakan antara 2 bagian ini, membedakan antara keduanya dengan 2 ancaman.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun yang <strong><span style="text-decoration:underline;">kedua</span></strong> : Ancaman pada 2 hadits ini berbeda dan sebabnya juga berbeda, ancaman bagi yang menjulurkan sarungnya dengan khuyalaa&#8217; maka Alloh tidak akan melihat padanya, dan ancaman bagi orang yang menjulurkan sarungnya melebihi kedua mata kaki, hanya saja dengan turun ke neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan siksaan ini merupakan juz&#8217;iyyah dari siksaan yang pertama, yakni Alloh tidak akan melihat padanya, dan ini lebih besar dari siksa bagian tubuhnya dengan neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun sebabnya berbeda juga, yang kesatu menurunkannya dibawah mata kaki dan yang kedua menjulurkannya dengan khuyalaa&#8217; dan ini lebih besar oleh karena itu siksanya lebih besar,</p>
<p style="text-align:justify;">Berkata &#8216;Ulama ushul Fiqh,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>إِنَّهُ إِذَا اخْتَلََفَ السَّبَبَ وَالْحُكْمٌ فِي الدَّلِيْلَيْن لَمْ يُحْمَلْ أَحَدُهُمَا عَلَى اْلأَخَرِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jika berbeda sebab dan hukum pada 2 dalil, yang satu tidak dibawa kepada pengertian yang lainnya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan atas ini tidak halal atas laki-laki menurunkan pakaiannya sedikit dibawah mata kaki, baik berupa celana, baju, atau misdah atau yang selainnya, jika dia lakukan maka balasannya bagian yang turun tersebut di adzab dengan neraka, dan tidak halal sedikitpun menjulurkannya dengan khuyalaa&#8217;, jika dia melakukannya juga, maka balasannya Alloh tidak akan melihatnya pada hari qiyamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga dalam &#8220;Shahih Muslim&#8221; dari Abu Dzar <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, bahwa Nabi <em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;3 golongan yang tidak diajak bicara oleh Alloh pada hari qiyamat,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan Alloh tidak melihat kepada mereka,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَلاَ يُزَكِّيهِمْ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan Alloh tidak mensucikan mereka,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan bagi mereka adzab yang pedih</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلاَثَ مِرَارًا</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Rosululloh </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam</em><em> mengulangnya sebanyak 3 kali, (karena amat besar urusannya, dan agar berhati-hati orang yang mendengarnya),</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maka Abu Dzar </em><em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em><em> berkata, &#8220;sungguh celaka, siapa mereka ya Rosululloh?&#8221;,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>قَالَ الْمُسْبِلُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Beliau menjawab, &#8220;al Musbil&#8221; (yakni orang yang menjulurkan kainnya hingga lebih rendah dari kedua mata kaki),</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَالْمَنَّانُ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;al Mannan&#8221; (yakni orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian),</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>dan orang yang menawarkan barang dagangannya dengan sumpah palsu&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Seorang pemuda Anshori masuk menemui &#8216;Umar bin al Khaththab <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, memujinya dihadapan manusia pada hari ketika beliau <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em> ditusuk, ketika pemuda itu berpaling, tiba-tiba sarungnya menyentuh tanah, kemudian &#8216;Umar <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em> berkata,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>رُدُّوا عَلَيَّ الْغُلاَمَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Panggil kembali pemuda itu&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Kemudian &#8216;Umar </em><em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em><em> berkata,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>يَا ابْنَ أَخِي ارْفَعْ ثَوْبَكَ فَإِنَّهُ أَبْقَى لِثَوْبِكَ وَأَتْقَى لِرَبِّكَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>wahai anak saudaraku angkat sarungmu, karena itu sesungguhnya membuat pakaian lebih awet, dan lebih bertaqwa kepada Rabbmu</em>&#8220;.<a name="_ftnref7" href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh baik apa yang dilakukan Amirul Mukminin &#8216;Umar <em>Radhiyallahu &#8216;Anhu</em>, disini beliau menyebutkan 2 faedah agung dalam mengangkat pakaian,</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:line-through;"><strong>Pertama :</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">awetnya pakaian karena bagian bawahnya tidak menyentuh tanah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:line-through;">Kedua :</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">bertaqwa kepada Alloh Ta&#8217;ala, dan pakaian taqwa itu lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang dengan anggapannya terkadang berkata,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;saya tidak perduli kalau bagian bawah pakaianku menyentuh tanah&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka jawabannya kita katakan,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;bila kamu tidak perduli hal itu, apakah juga tidak perduli, jika kamu menyepelekan taqwa kepada Alloh?&#8221; yang kamu gunakan nikmat-Nya untuk memaksiati-Nya, maka nikmat akan berubah menjadi siksa dan kesenangan akan menjadi kepedihan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أيها المسلمون</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bertaqwalah kepada Alloh Ta&#8217;ala, dan gunakan nikmatnya untuk menta&#8217;ati-Nya, jaga hukum/peraturan-Nya, tegakkan kewajiban-kewajiban-Nya, dan hendaknya beribadah kepada-Nya dengan sebenar-benar peribadahan,</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketahuilah!</p>
<p style="text-align:justify;">Bahwa kalian kelak akan menemui-Nya, dan berilah khabar gembira kepada kaum mukminin,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرًا لِي وَلَكُمْ وَلِكَافَةَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنَبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمََ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Demikian apa yang aku katakan, dan aku mohon ampunan untukku dan untuk kalian serta seluruh kaum muslimin dari dosa-dosa dan minta ampunlah kepada-Nya, sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; </em></p>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Khutbah ke-2</span></h1>
<h3 style="text-align:right;"><strong>الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادة نرجو بها السعادة يوم نلافيه وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان وسلم تسليما</strong></h3>
<h3 style="text-align:right;"><strong>أما بعد أيها الإخوة الكرام</strong> :</h3>
<p style="text-align:justify;">Apa yang tertulis pada pakaian-pakaian jadi yang sampai kepada kita dari negeri-negeri kafir, merupakan ungkapan-ungkapan yang amat buruk, yang aku tidak sanggup merangkumnya diatas mimbar ini, terkadang pula ditulis dengan huruf-huruf latin, agar orang tertipu dengannya sampai tidak difahami kebanyakan manusia,</p>
<p style="text-align:justify;">Yang wajib atas kita adalah memboikot pakaian-pakaian ini dan menjauhinya, karena apa yang dibawa oleh ungkapan-ungkapan buruk ini berupa perusakan akhlaq, terkadang juga membawa masalah yang berkaitan dengan &#8216;aqidah, terkadang pula ada padanya pujian untuk agama nasrani, -S<em>emoga Alloh membinasakan mereka</em>-, bagaimana mereka bisa mengelak.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun kaum muslimin, -S<em>egala puji milik Alloh</em>- dalam keadaan bangkit, mereka memiliki pemuda-pemuda yang tergugah untuk masalah-masalah yang seperti ini, mereka mengetahuinya dan mereka mengetahui pula makar orang-orang kafir, -S<em>emoga Alloh menjadikan makar mereka sebagai bumerang atas mereka, mencerai-beraikan persekutuan diantara mereka, dan memecah-belah persatuan mereka</em>-,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>أللهم إنا نسألك بحولك وقوتك يا رب العالمين ، أن تفرق جموع الكفار وأن تثتت شملهم ، وأن تقضيهم وأن تلحقهم العار ، وأن تجعل الدولة عليهم يا رب العالمين ، اللهم انصر المسلمين عليهم في كل مكان ، اللهم هيء لدينك من ينصره من المسلمين ، اللهم أذل أعداء المسلمين ، اللهم اجعل كيدهم في نحورهم ، اللهم إنهم يكيدون كيدا ، فنسألك اللهم أن تكيد كيدا أعظم من كيدهم ، وأن تدمرهم وأن تجعل بأسهم يا رب العالمين ،  اللهم انزل في بلادهم القلاقل والخوف والجوع والعري ، حتى يلجأوا إلى الله عز وجل ، حتى يعرفون أنهم لن تدوم لهم دنياهم ، آمنين مطرفين يا رب العالمين ، اللهم إنا نجعلك في نحورهم ونعوذبك من شرورهم ، اللهم طهر بلادنا منهم ومن كيدهم ، ومن نفرهم يا رب العالمين </strong>،</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Ya Alloh kami mohon kepada-Mu, dengan daya dan kekuatan-Mu, wahai Rabb semesta alam, agar Engkau pecah belah persatuan orang-orang kafir dan Engkau cerai-beraikan persekutuan mereka, dan Engkau matikan mereka dan Engkau timpakan atas mereka rasa gentar, dan Engkau tegakkan daulah atas mereka wahai Robb semesta alam, ya Alloh berilah pertolongan kepada kaum muslimin di setiap tempat, ya Alloh persiapkanlah para penolong agama-Mu dari kalangan kaum muslimin, ya Alloh hinakanlah musuh-musuh kaum muslimin, ya Alloh jadikanlah tipu daya mereka bumerang atas mereka, ya Alloh sesungguhnya mereka sedang membuat tipu daya, maka kami mohon kepada-Mu agar Engkau membuat tipu daya lebih besar dari tipu daya mereka, dan Engkau binasakan mereka dan Engkau jadikan malapetaka sesama mereka wahai Robb semesta alam, ya Alloh turunkanlah di negeri-negeri mereka bencana dan rasa takut, rasa lapar dan rasa gentar, hingga mereka berpulang kepada Alloh Ta&#8217;ala, sampai mereka sadar bahwa dunia mereka tidak akan mengekalkan mereka, dalam keadaan beriman dan mengambil pelajaran wahai Robb semesta alam, ya Alloh, kami pasrahkan kepada-Mu leher-leher mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan mereka, ya Alloh sucikanlah negeri kami dari mereka dan dari tipu daya mereka, dan dari kumpulan mereka ya Robb semesta alam,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><em><strong>واعلموا أيها المسلمون ، إن خير الحديث كتاب الله  وخير الهدى هدى محمد  وشر الأمور محدثاتها وكل محدثات بدعة وكل بدعة ضلالة </strong>.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan ketahuilah wahai kaum muslimin, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabulloh  dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad </em><em>Shalallahu &#8216;alaihi wa Sallam dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan adalah bid&#8217;ah, dan setiap bid&#8217;ah adalah kesesatan.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>فعليكم أيها المسلمون بالجماعة ، والجماعة هي الإجتماع على الحق ، عليكم بالإجتماع على الحق ، كونوا عباد الله أنصارا في دين الله ، كونو إخواة في دين الله ، لا يغتب بعدكم بعضا ، ولا ينم بعضكم إلى بعض ، كونوا إخوة متحافين في الله متآخين فيه ، ترجون بهذه المحبة والأخوة  فضل الله عز وجل ، ترجون بذلك إنتصركم على أعدائكم ، فإن الله يقول في كتابه :</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan ta&#8217;atlah kepada Alloh dan Rosul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfaal : 46).</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>عليكم بالجماعة ، فإن يدى الله على الجماعة ، ومن شد شد في النار .</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;berpeganglah kalian kepada al jama&#8217;ah, karena sesungguhnya tangan Alloh diatas al Jama&#8217;ah, dan barang siapa yang sendiri (berpisah dari al Jama&#8217;ah) maka tempatnya di neraka&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dan ketahuilah! bahwa Alloh memerintahkan kalian dengan perintah yang Dia memulainya dengan diri-Nya sendiri,</p>
<p style="text-align:justify;">Berfirman Dzat yang semulia-mulia pembicara lagi Maha Mengetahui,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya Alloh dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (Al Ahzab : 56).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Alloh menjadikan kita orang-orang yang mendengar dan ta&#8217;at,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>اللهم صلى وسلم على عبدك ورسولك محمد</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Alloh berikanlah shalawat dan salam kepada hamba dan utusan-Mu Muhammad,</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>اللهم ارزقنا محبتَهُ واتباعَهُ ظاهرا وباطنا ، اللهم توفنا على ملتِهِ ، اللهم احشرنا في زمرتِهِ ، اللهم أسفنا من حوضِهِ ، اللهم أدخِلْنا في شفاعتِهِ ، اللهم اجمعْنَابِهِ في جنةِ النَّعِيْمِ مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصدقين والشهداءِ والصالحين ، اللهم لا تَحُلْ بيننا وبين ذالك بسُوْءِ أفعالِنَا وتجاوزُ عَنَّا واغفرلنا وارحمنا يا ذا الجلال والإكرام , يا غفور رحيم ، اللهم ارْضُ عَنَّا خلفاءَهُ الراشدينَ وعن زوجاتِهِ أمهاتِ المؤمنين وعن الصحابةِ أجمعين وعن التابعين لهم بإحسانِ إلى يوم الدين ، اللهم ارض عنا مَعَهُمْ وأصلح أحوالنا كما أصلحْتَ أحوالهم يا رب العالمين ، اللهم انصر المسلمين الذين يجاهدون في سبيلك في كل مكان ، اللهم كن معهم ولا تكن عليهم ، اللهم اَعِزَّهُمْ بدينكَ واَعِزَّ دينك بهم يا رب العالمين ، اللهم أَتْمِمْ لإخْوَانِنَا في أفغانستان ، اللهم أَتْمِمْ النَّصْرَ وأَلَفَ بَيْنَ قلوبِهِمْ واجْمَعْ كلمتَهُمْ على الحقِّ واَعِذْهُمْ من أَعدائِهِمْ يا رب العالمين ، اللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخيرة حسنة وقنا عذاب النا</strong><strong>ر</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Alloh, karuniakanlah kami kecintaan kepadanya dan mengikutinya lahir dan bathin, ya Alloh wafatkanlah kami diatas agamanya, ya Alloh gabungkanlah kami bersama kelompoknya, ya Alloh beri kami minum dari air telaganya (haudh), ya Alloh masukanlah kami kedalam syafa&#8217;atnya, ya Alloh kumpulkanlah kami bersamanya di surga na&#8217;im, bersama orang-orang yang engkau beri nikmat, dari para Nabi, Shidiqqin, Syuhada, dan orang-orang Sholih. Jangan Engkau halangi kami dari itu semua karena buruknya amalan kami. Bermurah hatilah kepada Kami dan ampunilah dosa Kami, Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemulian, Wahai Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Alloh, ridhoilah para penggantinya yang terbimbing dari Khulafa Ar-Rasyidin, dan Isteri-isteri Beliau, Para Ibu Kaum Mu&#8217;minin dan Para Shahabat seluruhnya, dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga datangnya hari pembalasan. Ya Alloh, ridhoilah Kami bersama Mereka dan perbaiki keadaan Kami, sebagaimana Engkau telah memperbaiki keadaan mereka Ya Robbul &#8216;Alamin. Ya Alloh, tolonglah kaum muslimin yang berjuang di jalan-Mu diseluruh tempat. Ya Alloh bersamalah dengan mereka dan jangan murka atas mereka. Ya Alloh, muliakanlah mereka dengan Agama-Mu dan muliakanlah Agama-Mu dengan mereka Wahai Robb Semesta Alam. Ya Alloh sempurnakan untuk saudara-saudara Kami di Afghanistan. Ya Alloh, sempurnakanlah untuk mereka pertolongan-Mu dan persatukanlah hati-hati mereka dan kumpulkanlah kalimat mereka diatas Al-Haq (kebenaran) dan lindungilah mereka dari musuh-musuh mereka Wahai Robb Semesta Alam. Ya Alloh, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan berikanklah kami kebaikan di akhirat dan selamatkan kami dari azab neraka.</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>يا عباد الله!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Wahai hamba-hamba Alloh!</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sesungguhnya Alloh menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Alloh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Dan tepatilah Perjanjian dengan Alloh apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Alloh sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang kamu perbuat. (an Nahl : 90-91)</em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمِ الْجَلِيْلِ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهُ أَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ingatlah Alloh Yang Maha Agung, niscaya Ia akan mengingatmu, dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya niscaya Dia akan menambahi untuk kalian. Sesungguhnya mengingat Alloh itu besar dan Alloh Mengetahui apa yang kalian perbuat.&#8221; </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Shahih : diriwayatkan oleh al Imam Malik dalam &#8220;Al Muwaththa&#8217;&#8221; 6/57 (1525), Ahmad &#8220;Al Musnad&#8221; 35/54 (24896), al Bukhari &#8220;Ash Shahih&#8221; 7/293 (1963) 16/176 (4783) 18/335/342 (5500/5504), Muslim &#8220;Ash Shahih&#8221; 11/21 (3941), Al Baihaqi &#8220;As Sunan Al Kubra&#8221; 7/367, dan selainnya, dalam Maktabah asy Syamilah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> Shahih : dikeluarkan oleh al Imam ad Daruquthni dalam &#8220;as Sunan&#8221; 7/100 (2852), juga al Imam Ibnu Hibban dalam &#8220;ash Shahih&#8221; 20/405 (5028), dan dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam &#8220;Ghoyatul Marom&#8221; 1/192 (318).</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> Shahih : dikeluarkan oleh al Imam Ahmad dalam &#8220;al Musnad&#8221; 9/81 (4046). Dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam &#8220;Shahihul Jami&#8221; (1809).</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[4]</a> Shahih : dikeluarkan oleh al Imam Ahmad dalam &#8220;as Musnad&#8221; 12/162/479 (5625/5942), al Imam Abu Dawud dalam &#8220;as Sunan&#8221; 11/133 (3572) berkata asy Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 9/95 (4095): &#8220;isnadnya shahih&#8221;, dihasankan oleh asy Syaikh al Albani dalam Shahih &#8220;Targhiib wa at Tarhiib&#8221; (2030).</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[5]</a> Shahih : dikeluarkan oleh al Bukhari dalam &#8220;ash Shahih&#8221; 11/500 (3392). Dan selainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan juga sebagai tambahan, bahwasanya isbal adalah bagian dari khuyaala&#8217;, karena Nabi  bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl">وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ اْلإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنْ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Berhati-hatilah kalian terhadap isbalnya sarung/pakaian karena sesungguhnya isbal termasuk kesombongan dan sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong&#8221;. Dikeluarkan oleh Ahmad 33/420 (16021) 47/177 (22121), Abu Dawud 11/121 (3562), di Shohihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam &#8220;ash Shohihah&#8221; (1109), dalam &#8220;al Misykah&#8221; (1918),</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn6" href="#_ftnref6">[6]</a> Shahih : dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam &#8220;al Misykah&#8221; (4331), Shahihul Jami&#8217; (919, 920 &amp; 921), Shahih Targhiib wa at Tarhiib (2031).</p>
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn7" href="#_ftnref7">[7]</a> Shahih : dikeluarkan oleh al Imam al Bukhari dalam &#8220;ash Shahih&#8221; 12/35 (3424).</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaabdirrahman.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaabdirrahman.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=33&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/12/03/sebagian-pakaian-yang-di-haramkan-syari%e2%80%99at/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7da23a6b8255ea0e0c2af9bd60aa6c40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسيله</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Shalat &amp; Kufurnya Orang Yang Meninggalkan Shalat Terus-Menerus</title>
		<link>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/12/02/keutamaan-shalat-kufurnya-orang-yang-meninggalkan-shalat-terus-menerus/</link>
		<comments>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/12/02/keutamaan-shalat-kufurnya-orang-yang-meninggalkan-shalat-terus-menerus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:17:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسي البوغوري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khutbah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abaabdirrahman.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan Shalat &#38; Kufur Meninggalkannya (Terus-menerus) فضل الصلاة وكفر تاركها Asy Syaikh Al ‘Allamah Abu ‘Abdillah Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin رحمه الله تعالى إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=24&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://ibnuadi.blogspot.com/2008/11/keutamaan-shalat-kufur-meninggalkannya.html">Keutamaan Shalat &amp; Kufur Meninggalkannya (Terus-menerus)</a></h3>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if gte mso 10]&gt;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  &lt;![endif]--></p>
<h1 style="text-align:center;"><span lang="AR-SA"><strong>فضل الصلاة وكفر تاركها</strong></span></h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Asy Syaikh Al ‘Allamah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Abu ‘Abdillah Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin </span></p>
<p style="text-align:center;"><span dir="rtl" lang="AR-SA"><strong>رحمه الله تعالى </strong></span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;  st1\:*{behavior:url(#ieooui) }  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 10]&gt;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  &lt;![endif]--></p>
<h3 style="text-align:right;"><strong><span lang="AR-SA">إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ، ومن يضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان وسلم تسليما</span></strong></h3>
<h3 style="text-align:right;"><span lang="AR-SA"><strong>أما بعد فيا أيها الناس</strong> :</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Kami akan mengisi khutbah ini dengan permasalahan yang besar dan agung, termasuk permasalahan dan terbesar secara hukum, yang terbesar secara hukum dan teragung secara akibat, ini permasalahan bukan hanya nasehat dan pelajaran semata yang orang mendengarnya kemudian ia mudah melupakannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sesungguhnya permasalahan ini bukanlah permasalahan pemikiran semata, yang diputuskan oleh pemikiran seseorang dan kemudian ada orang lain yang mengingkarinya, ini adalah permasalahan agama lagi syar’i, yang keputusan di dalamnya hanya milik Alloh </span><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if gte mso 10]&gt;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  &lt;![endif]--><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, bukan milik seorang-pun selain Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span><span style="font-size:100%;color:blue;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Alloh dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata</span>.” (Al Ahzab : 36).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Tidak pantas bagi seorang mukmin melainkan hendaklah berserah diri dan pasrah serta tunduk dalam perkara itu kepada hukum Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, ketika hal itu telah jelas baginya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sesungguhnya ini permasalahan yang besar lagi agung, ini adalah permasalahan yang sebagian orang di uji dengannya di hari ini, kemudian mereka justru lebih mementingkan hawa nafsunya, dan dalam hal ini mereka berpaling dari syari’at, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Ini adalah permasalahan meninggalkan sholat secara mutlak, yang sebagian orang di uji dengannya, mereka meninggalkan sholat terus-menerus, senantiasa menjaga untuk meninggalkannya, sesungguhnya meninggalkan sholat yang kami katakan diatas mimbar ini, diatas mimbar sholat ‘ied (jum’at), dan disetiap kesempatan yang kami bicarakan dan paparkan tentang hal ini, kami mengatakan sebagaimana para Muhaqqiqin (Peneliti) dari kalangan Ahlul ‘Ilmi berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّ تَرْكُ الصَّلاَةُ كُفْرًا مُخْرِجًا عَنِ الْمِلَّةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya meninggalkan sholat adalah kafir yang mengeluarkan pelakunya dari agama</span>.”<span id="more-24"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan orang yang meninggalkannya sama sekali, tidak sholat,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّهُ كَافِرْ مُرْتَدْ عَنِ اْلإِسْلاَمِ ، إِنَّهُ تَجْرِي عَلَيْهِ أَحْكَامُ الْمُرْتَدِيْنَ الدُّنْيَاوِيَّة ، وَأَحْكَامُ الْمُرْتَدِيْنَ اْلأُخْرِوِيَة</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya dia itu kafir lagi murtad dari Islam, sesungguhnya berlaku atasnya hukum orang murtad duniawi, dan hukum orang-orang murtad ukhrowi</span>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sesungguhnya kami mengatakan hal itu, dan hal itu dikatakakan pula oleh selain kami dari para Muhaqqiq dan Ahlul ‘Ilmi, mereka bersandar kepada Kitabulloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Sunnah Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, dan kepada perkataan Shahabat</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhum<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, kami mengatakannya dalam keadaan mengikuti metode Imam Ahlus Sunnah tanpa munafiq, <strong>Ahmad bin Hanbal</strong> <em>–semoga Alloh melimpahkan rahmat kepadanya dan menempatkannya di surga-Nya yang luas-</em>, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">أيها المسلمون</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sesungguhnya tiada seorangpun <em>–demi Alloh-</em> yang lebih agung rahmatnya kepada makhluk, dan tiada yang lebih mengena hikmahnya didalam hukum daripada Robbul ‘Alamiin, yang milik Alloh-lah pujian di awal dan di akhir, dan milik Alloh-lah hukum serta kepada Alloh-lah kalian akan berpulang, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Sesungguhnya <em>–demi Alloh-</em> kami tidak akan lancang, dan bukan hak kami untuk berbuat lancang, untuk mengatakan seorang yang mengaku muslim, kemudian kami katakan bahwa ia kafir, sesungguhnya kami tidak akan lancang atas hal itu, dan bukan hak kami berbuat lancang atasnya, sampai Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> sendiri yang mengkafirkannya, dan kita tidak akan merasa takut yang kami tidak pantas untuk merasa takut, jika Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> mengkafirkan seseorang, untuk kami katakan tentang pengkafirannya, karena kekufuran dan keimanan urusannya dikembalikan kepada Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">,”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:100%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:Palacio;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Bagaimana kita takut untuk mengatakan tentang seseorang yang di kafirkan oleh Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dan Rosul-Nya </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, untuk mengatakan tentangnya bahwa ia tidak kafir, sungguh telah berlaku hukum atasnya dari Dzat yang memiliki hukuman, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha mengetahui</span>.” (An Naml : 78).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Alloh bagi orang-orang yang yakin?</span>” (Al Maa-idah : 50). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Kita telah mendengar dan membaca apa yang menjadi konsekuensi penyepelean meninggalkan sholat di tubuh kaum muslimin, kita telah mendengar dan membaca bahwa sebagian manusia berkata, bahwa pengkafiran orang yang meninggalkan sholat adalah diantara bersendiriannya pendapat Imam Ahmad -<em>Rohimahulloh</em>-, yang hal itu tidak dikatakan oleh seorangpun dari Imam yang Tiga, <strong>Imam Abu Hanifah, Imam Malik &amp; Imam asy Syafi’i</strong> -<em>Rohimahumulloh</em>-, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">ولِعَمْرُ الله ، ولعمر الله ، ولعمر الله</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Demi Alloh, Demi Alloh, Demi Alloh,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Jika Imam Ahmad </span>?<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersendiri dengannya, sesuai kandungan dalil yang berada disisi beliau, maka sesungguhnya hal itu adalah kelebihan dan keutamaan beliau </span>?<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan bahwa kesendirian seorang Imam dari kalangan para Imam, dalam suatu perkataan yang ditunjukan berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah, tidak menghalangi untuk menerimanya dan mengatakan dengan konsekuensinya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan bahwa kesendirian seorang Imam dari kalangan para Imam, atau seorang ‘alim dari kalangan para ‘ulama, tidaklah menyelisihi kesepakatan dengan perkataan yang ditunjukan oleh al Qur-an dan as Sunnah, dan tidak mungkin ada ijma’ diatas suatu pendapat yang menyelisihi al Qur-an dan as Sunnah, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Aku katakan bahwa, bersendirian <strong>Imam Ahmad</strong> ini, sungguh itu merupakan suatu kedudukan yang tinggi, jika <strong>Imam Ahmad bin Hanbal </strong></span><span style="font-size:100%;"><strong>?</strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersendiri dengan pendapat tersebut sebagaimana perkataan si penyangka ini, maka siapakah Imam Ahmad bin Hanbal?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dia adalah Imam Ahlu Sunnah wal Jama’ah, dia adalah orang yang bersabar dan menjaga kesabaran diatas agama Alloh<a name="_ftnref1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn1"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[1]</span></span><!--[endif]--></span></a>, dialah yang mengumpulkan antara fiqih dan ‘ilmu dengan atsar (hadits), dan ini adalah perkara yang tidak di ingkari seorang-pun yang tahu akan hal itu, hanya saja beliau merujuk kepada kitab-kitab ahlul ‘ilmi, yang menukilkan perkataan para Imam, menjadi jelas baginya bahwa Imam Ahmad </span>?<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> tidak bersendirian dengan pendapatnya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sungguh hal ini telah dikatakan oleh orang-orang sebelumnya dari kalangan sahabat dan tabi’in, hal ini telah dikatakan dari kalangan sahabat oleh ‘<strong>Umar bin al Khaththab, ‘Abdurrohman bin ‘Auf, Mu’adz bin Jabal, dan Abu Huroiroh </strong></span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhum<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, hal itu telah dinukilkan <strong>Ibnu Hazm</strong> dari mereka, beliau berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">لا نعلم لهاؤلاء مخالف من الصحابة</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Aku tidak mengetahui yang menyelisihi mereka itu dari kalangan sahabat</span>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan itu disebutkan dalam “at Targhiib wa at Tarhiib”, dari ‘<strong>Abdullah bin Mas’ud, ‘Abdullah bin ‘Abbas, Jabir bin ‘Abdillah, Abu Darda </strong></span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhum<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, dan berkata <strong>Imam asy Syaukani</strong> dalam “Nailul Author”, “Bahwa hal ini diriwayatkan pula dari <strong>‘Ali bin Abi Tholib </strong></span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhu<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">”, dan sembilan orang ini dari kalangan sahabat, diantara mereka ada 2 orang dari khulafa ar Rasyidin, <strong>‘Umar bin al Khaththab dan ‘Ali bin Abi Tholib </strong></span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhuma<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, tidak diketahui ada yang menyelisihi mereka dari kalangan sahabat, sebagaimana yang dikatakan oleh <strong>Ibnu Hazm</strong>,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:100%;"><strong><span style="font-family:Palacio;">‘Abdillah bin Syaqiq al ‘Uqoili</span></strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> <em>–dan ia dari kalangan tabi’in-</em>, berkata,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنْ اْلأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Para<span style="font-style:italic;"> sahabat Rosululloh </span></span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><span style="font-style:italic;"> tidak berpendapat tentang suatu amalan yang apabila ditinggalkan menjadi kafir melainkan sholat</span>”.<a name="_ftnref2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn2"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan yang mengatakan kafirnya orang yang meninggalkan sholat dari kalangan tabi’in, <strong>Ibrohim an Nakho’iy, al Hakam bin ‘Utaibah, Ayyub as Sikhthiyani, Hammad bin Zaid</strong> </span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><em>Rohimahumulloh</em></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> menukilkan darinya, bahwa ia berkata, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">تَرْكُ الصَّلاَة كُفْرٌ لاَ يُخْتَلَفُ فِيْهِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><strong><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><strong>“</strong><span style="font-style:italic;">Meninggalkan sholat adalah kafir tidak ada perselisishan dalam hal ini</span>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">inilah perkataan sumber ummat ini dan sebaik-baik generasinya, para sahabat dan tabi’in </span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><em>Rohimahumulloh</em></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Adapun setelah generasi mereka, yang mengatakan tentang hal ini, <strong>‘Abdulloh bin al Mubarrok, Zuhair bin Harb, Abu Bakr bin Abi Syaibah, Ishaq bin Rohuwaih</strong> <em>–salah seorang Imam kaum muslimin-</em>, dan dinukilkan dari perkataan <strong>Imam asy Syafi’i</strong> </span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><em>Rohimahumulloh </em></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">sendiri dan ini adalah salah satu dari 2 pendapatnya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Wahai manusia, </span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">أيها الناس</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Kami terpaksa menyebutkan perkataan para Imam itu, agar menjadi jelas bahwa <strong>Imam Ahmad </strong></span><span style="font-size:100%;"><strong>?</strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> tidak bersendirian dalam pendapatnya ini, bahkan diikutkan tentangnya kesepakatan para sahabat </span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhum<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> sebagaimana telah kami sebutkan kehadapan kalian, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan tidaklah seorang mengatakan bahwa <strong>Imam Ahmad</strong> bersendirian dalam masalah ini, melainkan orang yang tidak mengetahui perkataan ahlul ‘ilmi, orang yang menyepelekan untuk menelaahnya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">أيها المسلمون</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Apabila permasalahan besar lagi agung ini, termasuk permasalahan yang diperselisihkan diantara kaum muslimin, ‘Ulama mereka dan Imam mereka, maka kepada siapa hukum dikembalikan? Dan kemana kita berhukum?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dengarkanlah jawaban pertanyaan ini dari Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, Alloh Ta’ala berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Tentang sesuatu apapun kalian berselisih, Maka putusannya (terserah) kepada Alloh. (yang mempunyai sifat-sifat demikian) Itulah Alloh Tuhanku. kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nya-lah aku kembali</span>.” (Asy Syuuro : 10)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Lalu apa yang dihukumkan Alloh dalam hal itu? Dengarkanlah … Alloh Ta’ala berfirman,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-size:100%;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Alloh dan ta’atilah Rosul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Alloh (al Qur-an) dan Rosulnya (as Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya</span>.” (an Nisaa : 59). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Jika kita kembalikan permasalahan ini kepada Alloh Ta’ala, kita dapati Robb kita </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, berfirman mengenai orang musyrik, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Maka jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, Maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu se-agama. dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.</span>” (at Taubah : 11).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Maka ayat yang mulia ini menunjukkan, mereka tidak menjadi saudara kita seagama dengan hanya mereka bertaubat dari syirik, sampai mereka menunaikan sholat dan zakat, dan tidaklah ditiadakan persaudaraan dalam agama dengan adil jika itu adalah termasuk diantara dosa-dosa besar, hanya saja ditiadakan persaudaraan dalam agama, apabila itu merupakan kekufuran yang mengeluarkannya dari agama,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan Alloh Ta’ala berfirman, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholih, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun</span>,” (Maryam : 59-60).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Maka firman-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Kecuali orang yang bertaubat, dan beriman</span>,”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Menunjukkan bahwa selama dia menyepelekan sholat, maka dia akan menemui kesesatan, dan dia sebelum itu bukanlah seorang mukmin, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Inilah kitabulloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, adapun sunnah Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, bila kita kembalikan perselisihan dalam permasalahan ini kepadanya, akan kita dapati bahwa Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Diriwayatkan oleh <strong>al Imam Muslim </strong></span><span style="font-size:100%;"><strong>?</strong><strong><span style="font-family:Palacio;">,</span></strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dari sahabat <strong>Jabir bin ‘Abdulloh </strong></span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhu<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya yang memisahkan antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat</span>.”<a name="_ftnref3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn3"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh <strong>Imam Ahmad<a name="_ftnref4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn4"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-family:Palacio;">[4]</span></strong></span><!--[endif]--></span></a>, Imam Abu Dawud<a name="_ftnref5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn5"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-family:Palacio;">[5]</span></strong></span><!--[endif]--></span></a>, Imam at Tirmidzi<a name="_ftnref6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn6"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-family:Palacio;">[6]</span></strong></span><!--[endif]--></span></a>, Imam an Nasaa-i<a name="_ftnref7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn7"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-family:Palacio;">[7]</span></strong></span><!--[endif]--></span></a>, dan Imam Ibnu Majah<a name="_ftnref8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn8"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><strong><span style="font-family:Palacio;">[8]</span></strong></span><!--[endif]--></span></a> </strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><em>Rohimahumulloh</em></span><span style="font-size:100%;"><strong><span style="font-family:Palacio;">,</span></strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> dari hadits <strong>Buraidah bin Hushoib </strong></span>radhiyallahu ta&#8217;ala anhu<span style="font-size:100%;"><strong><span style="font-family:Palacio;">,</span></strong></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bahwasanya Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Perjanjian antara kami dengan mereka adalah sholat, maka barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir</span>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Maka Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> menjadikan sholat sebagai pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran, antara kaum muslimin dengan kaum kafir, maka barang siapa yang meninggalkannya maka ia termasuk ke dalam kesyirikan dan kekufuran, dan keluar dari daerah kaum muslimin, karena benteng dan pemisah mengharuskan bahwa orang ini tidak termasuk golongan ini, karena itu datang sebuah hadits, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا (الصلاة) كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا (الصلاة)</span><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span lang="AR-SA">لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Barang siapa yang menjaganya (sholat) maka orang tersebut akan mendapatkan cahaya, burhan, dan keselamatan pada hari qiyamat, dan barang siapa yang tidak menjaganya (sholat) maka orang tersebut tidak akan mendapatkan cahaya, tidak juga burhan, dan tidak juga keselamatan dan pada hari qiyamat (orang yang tidak menjaga sholat atau tidak melakukan sholat) ia akan bersama </span><strong>Qorun, Fir’aun, Hamman dan Ubbay bin Kholaf</strong>,”<a name="_ftnref9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn9"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Tidak bersama para Nabi, tidak pula bersama para Shiddiqiin, tidak pula bersama para Syuhada, dan tidak pula bersama orang-orang sholih, hanya saja akan dikumpulkan bersama pemimpin kekufuran, sungguh Rosulullah </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">تَرْكُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرْ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Meninggalkan sholat, maka barang siapa yang meninggalkannya maka ia kafir</span>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Maka Nabi menggunakan kata-kata meninggalkan (</span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">ترك</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">) bukan menentang (</span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">جحود</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">), sedangkan Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> adalah orang yang paling meng’ilmui hukum-hukum Alloh dan paling mengetahui apa yang Alloh firmankan, paling konsisten menasehatkan, apa yang di bimbingkan kepadanya, dan yang paling fasih penjelasannya dalam apa yang akan dia ungkapkan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dengan ini menjadi jelas bathilnya perkataan orang :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّ الْمُرَادَ بِتَرْكِهَا تَرْكُهَا جُحُوْدًا</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">bahwa yang dimaksud meninggalkan adalah menentang</span>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Karena orang yang tidak tahu bisa jadi kafir, walaupun dia mengerjakan sholat 5 waktu dan sholat sunnah, karena dia sholat dalam keadaan meyakini bahwa sholat itu tidak wajib, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">فَهُوَ كَافِرٌ بِإِجْمَاعُ الْمُسْلِمِيْنَ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Maka dia kafir berdsarkan ijma’ kaum muslimin</span>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Apakah anda menyangka Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> menginginkan kata penentangan (</span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">جحود</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">) kemudian mengungkapkannya dengan kata meninggalkan (</span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">ترك</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">)? Bersamaan perbedaan tafsir secara lafadz dan makna dengan perbedaan yang besar, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Hal ini tidaklah mungkin terjadi pada Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam </span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">adalah orang yang paling meng’ilmui hukum-hukum Alloh dan paling mengetahui apa yang Alloh firmankan, paling konsisten menasehatkan, apa yang dibimbingkan kepadanya, dan yang paling fasih penjelasannya dalam apa yang akan dia ungkapkan, ini tidaklah mungkin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Orang yang menentang hukum wajibnya walaupun dia mengerjakan sholat maka dia kafir, dan Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">فَمَنْ تَرَكَهَا </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Maka barang siapa yang meninggalkannya</span>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Apakah mungkin kemudian kita katakan : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Orang yang menentang kewajibannya dan dia sholat dia tidak kafir?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Tidak mungkin kita menyatakan itu, karena itu meyelisihi kesepakatan kaum muslimin, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Demi Alloh, kecuali orang yang baru dalam Islam, atau dibesarkan ditempat yang jauh dan tidak mengenal hukum-hukum Islam, kemudian dia sholat dalam keadaan tidak mengetahui bahwa sholat itu merupakan kawajiban,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">أيها المسلمون</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Perkenankanlah kami sedikit panjang lebar, karena hal ini adalah hal yang sangat gawat, dan masalahnya adalah permasalahan yang besar, ini adalah permasalahan yang tersamar/tersembunyi antara kekufuran dan keimanan, antara ke-Islam-an dan ke-Murtad-an, antara seorang yang menjadi penghuni neraka jahim, atau menjadi penghuni jannatun na’im, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sesungguhnya aku telah jauh mendalami masalah ini, dan mencermati dalil-dalil ke-2 kelompok, dan aku tidak mengaku bahwa diriku ini tidak pernah salah, akan tetapi murni semata karena keterbatasan, maka kudapati bahwa dalil-dalil yang tidak menyatakan kafirnya orang yang meninggalkan sholat, tidak ada dalil di dalamnya yang mengimbangi dalil-dalil dari kelompok lain yang menyatakan akan kafirnya orang yang meninggalkan sholat, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Karena dalil-dalil yang mereka gunakan, tidak terlepas dari satu antara lima macam,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">1. </span><!--[endif]--><span style="font-size:100%;" dir="ltr"><span style="font-family:Palacio;">Mungkin karena dalil-dalil di dalamnya itu tidak ada petunjuk sama sekali.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">2. </span><!--[endif]--><span style="font-size:100%;" dir="ltr"><span style="font-family:Palacio;">Mungkin karena dalil-dalil itu muqoyyad (terikat) dengan suatu pensifatan yang tidak mungkin pensifatan itu bersamaan dengan meninggalkan sholat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">3. </span><!--[endif]--><span style="font-size:100%;" dir="ltr"><span style="font-family:Palacio;">Mungkin karena dalil-dalil itu muqoyyad (terikat) dengan suatu keadaan yang karenanya dia mendapatkan udzur untuk meninggalkan sholat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">4. </span><!--[endif]--><span style="font-size:100%;" dir="ltr"><span style="font-family:Palacio;">Mungkin karena dalil-dalil itu lemah (dho’if) tidak mampu mengimbangi hadits-hadits yang shohih.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">5. </span><!--[endif]--><span style="font-size:100%;" dir="ltr"><span style="font-family:Palacio;">Mungkin karena dalil-dalil itu adalah keumuman (hukum) yang di khususkan dengan hadits-hadits tentang meninggalkan sholat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan tidak pernah datang 1 (satu) huruf pun dari Rosululloh </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bahwa beliau </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّ تَرِكُ الصَّلاَةُ الْمُؤْمِنُ ، أَوْ إِنَّهُ يَدْخُلُ الْجَنَّة أَوْ إِنَّهُ لاَ يَدْخُلُ النَّار ، أو إنه مسلم ، أو ما أشبها ذلك</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya orang meninggalkan sholat adalah mu’min, atau dia itu masuk surga, atau dia tidak masuk neraka, atau dia itu muslim atau yang semisal dengan itu</span>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Yang memperkenankan kami untuk membawa hadits-hadits tentang meninggalkan sholat kepada selain makna zhohirnya, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Apa bila telah jelas, </span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">أيها المسلمون</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bahwa dalil-dalil kafirnya orang yang meninggalkan sholat, berdiri kuat dan tidak tertandingi, menjadi pasti perkataan sesuai dengan kandungannya, untuk kami katakan bahwa,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّ تَرِكَ الصَّلاَةُ كَافِرْ كُفْرًا مُخْرِجًا عَنِ الْمِلَّةِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya meninggalkan sholat adalah kafir dengan kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama</span>.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan dia dihukumi sebagaimana hukuman atas orang orang murtad dari Islam, dari hukum secara duniawi ataupun secara ukhrowi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Maka tidak halal sembelihannya, tidak boleh masuk kota Mekkah serta daerah haram-nya, tidak boleh menikahi seorang muslimah, apabila telah menikah dengan seorang muslimah, kemudian meninggalkan sholat setelah pernikahan itu, maka pernikahannya batal/rusak, jika mati orang yang meninggalkan sholat itu, dia tidak di mandikan setelah matinya, tidak di kafani, tidak di sholati, dan tidak di makamkan bersama-sama kaum muslimin, dan tidak halal bagi keluarganya untuk mengedepankan agar kaum muslimin mensholatinya, tidak di do’akan ampunan, dan tidak di sedekahkan untuknya, tidak bersama-sama kaum muslimin di hari qiyamat, dan tidak masuk surga bersama-sama mereka, <em>-dan kami mohon perlindungan hanya kepada Alloh-</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Hal ini adalah hal yang sangat gawat, dan masalahnya adalah permasalahan yang besar, akan tetapi apakah ada jalan keluar dari dari hal yang telah merekat ini?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Ya, disana ada jalan keluar, </span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">والحمد لله رب العالمين</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يُنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَقَدْ أَنْزَلَ مَعَهُ دَوَاءً</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Sesungguhnya Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> tidaklah menurunkan penyakit melainkan diturunkan bersamanya juga penawarnya”<a name="_ftnref10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn10"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Ini adalah hal yang sudah amat merekat, akan lepas bila orang menghadapkan dirinya pada Robbnya, berpulang kepada-Nya, dan bertaubat kepada-Nya, kemudian kembali dari pintu yang dia keluar darinya, kemudian menegakkan sholat, bertaubat, beriman dan beramal sholih, maka ketika itu Alloh mengganti kejahatannya dengan kebaikan, dan Alloh Maha Pengampun algi Maha Penyayang, silahkan kalian membaca firman Alloh </span>subhanahu wa ta&#8217;ala<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan Sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal sholih, Maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun</span>,” (Maryam : 59-60)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Yaitu surga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Robb yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun surga itu tidak nampak, sesungguhnya janji Alloh pasti akan ditepati, mereka tidak mendengar perkataan yang tidak berguna didalam surga melainkan ucapan salam (keselamatan), bagi mereka rizqinya di surga tiap-tiap pagi dan petang, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"><span style="font-style:italic;">Dan Itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan</span>. (adz Dzukhruf : 72).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">اللهم إن نسألك أن تجعلنا ممن تورثهم تلك الجنات ، اللهم اجعلنا ممن تورثهم تلك الجنات ، يا ذا الجلال والإكرام ، ياحي ياقيوم ، اللهم اجعلنا ممن يقيمون الصلاة ، ويؤتون الزكاة ، ويطيعون الله ورسوله ولا يخشون أحدا إلا الله ، اللهم اغفرلنا ولوالدينا ولجميع المسلمين إنك أنت الغفور الرحيم</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Ya Alloh, kami mohon kepada-Mu agar Engkau jadikan kami termasuk orang yang Engkau warisi surga-surga itu, Ya Alloh, jadikanlah kami termasuk orang yang Engkau warisi surga-surga itu, wahai Dzat yang memiliki kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, wahai dzat yang Maha Mandiri, ya Alloh jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menegakkan sholat, membayar zakat, ta’at kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan tidak takut kepada seorang pun melainkan hanya kepada Alloh, ya Alloh ampunilah kami, ke-dua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </span>/</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Khutbah ke-2</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">الحمد لله حمدا كثيرا كما أمر وأشكره وقد فاز بالزيادة لمن شكر وأشهد أن لا إله إلا الله ولو كره ذلك من أشرك به وكفر ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله سيد البشر ، ألشافع والمشفع في المحشر صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان لاذب الصباح وأنور وسلم تسليما كثير</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">أما بعد أيها المسلمون :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Bertaqwalah kepada Alloh Ta’ala, dirikanlah sholat, bayarlah zakat, dan ta’atlah kepada Rosul, mudah-mudahan kamu dirahmati,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Ketahuilah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Bahwa termasuk dari menegakkan sholat adalah kalian melakukannya secara berjama’ah di Masjid-masjid bersama kaum muslimin, karena Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sungguh aku berkehendak untuk memerintahkan sholat, kemudian sholat tersebut ditegakkan, kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi bersama orang-orang membawa beberapa ikat kayu, menuju suatu kaum yang tidak ikut sholat berjama’ah, maka aku bakar atas mereka rumah-rumah mereka dengan api</span>.”<a name="_ftnref11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn11"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> mengatakan itu, sebagai ancaman dan peringatan bagi orang yang tidak ikut sholat berjama’ah, maka tidak halal bagi seorang muslim yang mampu berangkat ke masjid, melainkan dia harus sholat berjama’ah, jika ia sholat sendiri, sungguh ia telah meluputkan dirinya dari kebaikan yang banyak, karena Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sholat berjama’ah lebih utama dari sholat sendirian dengan 27 deraja</span>t.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">(tapi) dengan itu dia memperoleh suatu dosa yang karenanya dia di siksa pada hari qiyamat, kecuali Alloh menganugerahkan ampunan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Bahkan sebagian ‘ulama mengatakan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إن صلاة الإنسان في بيته من غير عذر صلاة غير مقبولة وإنه مردودة عليه وإنه كمن صلى بغير وضوء</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya sholatnya seseorang dirumahnya tanpa udzur adalah sholat yang tidak diterima dan sholat itu dikembalikan kepadanya (tertolak) dan dia itu seperti orang yang sholat tanpa wudh</span>u,”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Diantara yang mengatakan itu adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah </span>?<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">, akan tetapi dalil-dalil itu menunjukkan sholatnya itu sah tetapi dia berdosa karena Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> bersabda, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلاَةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sholat berjama’ah lebih utama dari sholat sendirian dengan 27 derajat</span>.”<a name="_ftnref12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn12"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Ini menunjukkan di dalam sholat berjama’ah ada keutamaan jikalau tidak sah tentu tidak ada keutamaan didalamnya, akan tetapi orang itu meluputkan dirinya dari kebaikan yang banyak, dan membentangkan dirinya pada dosa yang besar, <em>-aku mohon kepada Alloh agar Dia membantu kita untuk ta’at kepada-Nya-</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Maka sholatlah </span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">أيها المسلمون</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> berjama’ah di masjid-masjid, peringatkanlah anak-anak kalian, peringatkanlah tetangga-tetangga kalian, peringatkanlah saudara-saudara kalian, dan jadilah orang-orang yang ikhlas kepada Alloh, yang menasehati para pemimpin kaum muslimin dan orang awam diantara mereka, karena agama adalah nasehat, sebagaimana sabda Nabi </span><span style="font-style:italic;color:#ff6666;font-size:100%;">shalallahu alaihi wasallam</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">الدِّينُ النَّصِيحَةُ قُلْنَا لِمَنْ قَالَ لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَِلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Agama adalah nasehat, sahabat bertanya untuk siapa? Beliau bersabda, untuk Alloh, untuk kitab-Nya, untuk Rosul-Nya, dan untuk kaum muslimin dan orang awam diantara mereka</span>.”<a name="_ftnref13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn13"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan ketahuilah </span><span style="font-size:100%;" dir="rtl" lang="AR-SA">أيها المسلمون</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">إن </span><span lang="AR-SA">خير الحديث كتاب الله وخير الهدى هدى محمد </span><span dir="ltr">r</span><span lang="AR-SA"> وشر الأمور محدثاتها وكل محدثات (في الدين) بدعة وكل بدعة ضلالة فعليكم بالجماعة فإن يد الله على الجماعة ومن سذ سذ في النار</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan</span><a name="_ftnref14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn14"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></a> <span style="font-style:italic;">dan berpeganglah kalian pada al Jama’ah karena tangan Alloh berada diatas al Jama’ah</span><a name="_ftnref15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn15"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[15]</span></span><!--[endif]--></span></a> <span style="font-style:italic;">dan barang siapa yang menyendiri (dari al Jama’ah) maka tempatnya di neraka</span>.”<span class="MsoFootnoteReference"> <a name="_ftnref16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftn16"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[16]</span></span><!--[endif]--></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Dan ketahuilah! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Sesungguhnya Alloh memerintahkan kalian dengan perintah yang Dia memulainya dengan diri-Nya sendiri, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Berfirman Dzat yang semulia-mulia pembicara lagi Maha Mengetahui, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“<span style="font-style:italic;">Sesungguhnya Alloh dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya</span>.” (Al Ahzab : 56).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">اللهم صلى وسلم على عبدك ورسولك محمد </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Ya Alloh berikanlah shalawat dan salam kepada hamba dan utusan-Mu Muhammad</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">,” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">اللهم ارزقنا محبته واتباعه ظاهرا وباطنا ، اللهم توفنا على ملته ، اللهم احشرنا في زمرته ، اللهم أسفنا من حوضه ، اللهم أدخلنا في شفاعته ، اللهم اجمعنابه في جنة نعيم مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصدقين والشهداء والصالحين اللهم لا تحل بيننا وبين ذلك بسوء أفعالنا وتجاوز عنا واغفرلنا وارحمنا يا ذا الجلال والإكرام , يا غفور رحيم ، اللهم ارض عنا خلفاء الراشدين وعن زوجاته أمهات المؤمنين وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين اللهم ارض عنا عهم وأصلح أحوالنا كما أصلحت أحوالهم يا رب العالمين اللهم انصر المسلمين الذين يجاهدون في سبيلك في كل مكان اللهم كن معهم ولا تكن عليهم اللهم اعزهم بدينك واعز دينك بهم يا رب العالمين اللهم اتمم لإخوانا في أفغانستان اللهم اتمم النصر وألف بين قلوبهم واجمع كلمتهم على الحق واعذهم من أعدائهم يا رب العالمين اللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخيرة حسنة وقنا عذاب النار</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Ya Alloh, karuniakanlah kami kecintaan kepadanya dan mengikutinya lahir dan bathin, ya Alloh wafatkanlah kami diatas agamanya, ya Alloh gabungkanlah kami bersama kelompoknya, ya Alloh beri kami minum dari air telaganya (haudh), ya Alloh masukanlah kami kedalam syafa’atnya, ya Alloh kumpulkanlah kami bersamanya di surga na’im, bersama orang-orang yang engkau beri nikmat, dari para Nabi, Shodiqqin, Syuhada, dan orang-orang Sholih. Jangan Engkau halangi kami dari itu semua karena buruknya amalan kami. Bermurah hatilah kepada Kami dan ampunilah dosa Kami, Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemulian, Wahai Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Alloh, ridhoilah para penggantinya yang terbimbing dari Khulafa Ar-Rasyidin, dan Isteri-isteri Beliau, Para Ibu Kaum Mu’minin dan Para Shahabat seluruhnya. Dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga datangnya hari pembalasan. Ya Alloh, ridhoilah Kami bersama Mereka dan perbaiki keadaan Kami, sebagaimana Engkau telah memperbaiki keadaan mereka Ya Robbul ‘Alamin. Ya Alloh, tolonglah kaum muslimin yang berjuang di jalan-Mu diseluruh tempat. Ya Alloh bersamalah dengan mereka dan jangan murka atas mereka. Ya Alloh, muliakanlah mereka dengan Agama-Mu dan muliakanlah Agama-Mu dengan mereka Wahai Robb Semesta Alam. Ya Alloh sempurnakan untuk saudara-saudara Kami di Afghanistan. Ya Alloh, sempurnakanlah untuk mereka pertolongan-Mu dan persatukanlah hati-hati mereka dan kumpulkanlah kalimat mereka diatas Al-Haq (kebenaran) dan lindungilah mereka dari musuh-musuh mereka Wahai Robb Semesta Alam. Ya Alloh, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan berikanklah kami kebaikan di akhirat dan selamatkan kami dari azab neraka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">يا عباد الله!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">Wahai hamba-hamba Alloh!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Sesungguhnya Alloh menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Alloh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Dan tepatilah Perjanjian dengan Alloh apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Alloh sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang kamu perbuat.” (an Nahl : 90-91)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span lang="AR-SA">واذكروا الله العظيم الجليل يذكركم واشكرواه على نعمه يزدكم ولذكر الله أكبر و الله يعلم ما تصنعون</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">“Ingatlah Alloh Yang Maha Agung, niscaya Ia akan mengingatmu, dan bersyukurlah atas nikmat-nikmat&#8211;Nya niscaya Dia akan menambahi untuk kalian. Sesungguhnya mengingat Alloh itu besar dan Alloh Mengetahui apa yang kalian perbuat.”</span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> </span>/</p>
<div><!--[if !supportFootnotes]--><span style="font-size:100%;"><br />
</span></p>
<hr /><!--[endif]--></p>
<div id="ftn1">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref1"><span class="MsoFootnoteReference"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference">[1]</span><!--[endif]--></span></a> </span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">(ketika terjadi fitnah al Qur-an adalah makhluk -edt).</span></p>
</div>
<div id="ftn2">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn2" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref2"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[2]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. at Tirmidzi 9/208 (2546), di Shohihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam “al Misykah” (579) juga dalam “Shohih Targhib wa at Tarhib” (565) beliau berkata : “Shohih Mauquf”, al Hakim 1/15 (12) dari Sahabat Abu Hurairoh </span>t<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">.</span></p>
</div>
<div id="ftn3">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn3" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref3"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[3]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. Muslim 1/228 (116).</span></p>
</div>
<div id="ftn4">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn4" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref4"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[4]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> 46/411 (21859).</span></p>
</div>
<div id="ftn5">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn5" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref5"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[5]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> 12/287 (4058).</span></p>
</div>
<div id="ftn6">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn6" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref6"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[6]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> 9/207 (2545) beliau berkata : “Hasan Shohih Ghorib”.</span></p>
</div>
<div id="ftn7">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn7" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref7"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[7]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> 2/247 (459).</span></p>
</div>
<div id="ftn8">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn8" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref8"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[8]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> 3/378 (1069).</span></p>
</div>
<div id="ftn9">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn9" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref9"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[9]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. Ahmad 13/326 (6288), Ibnu Baththah dalam “Syarhul Ibanah” 2/418 (897), al Baihaqi dalam “Syu’abul Iman” 6/339 (2697), ad Darimi 8/381 (2777), Ibnu Hibban 6/438 (1489), Musnad ‘Abd bin Humaid (355), ath Thobroni “Musnad asy Syamiyiin” 1/323 (240), al Kholal dalam “as Sunnah” 3/289 (1226), ‘Abdulloh bin Ahmad dalam “as Sunnah” 2/234 (700), al Ajurri dalam “asy Syari’ah” 1/304 (276), ad Daulabi dalam “al Kunna wa al Asma’” 2/57 (1226), Muhammad bin Nashr al Marwadzi dalam “Ta’dzhim Qadari Sholah” 1/71 (54), dan di Shohihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam “al Misykah” (578), dari sahabat ‘Abdulloh bin ‘Amru bin al ‘Ash </span>t<span style="font-family:Palacio;font-size:100%;">.</span></p>
</div>
<div id="ftn10">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn10" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref10"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[10]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> Shahih : dikeluarkan oleh al Imam Ahmad dalam “al Musnad” 9/81 (4046). Dishahihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam “Shahihul Jami” (1809).</span></p>
</div>
<div id="ftn11">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn11" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref11"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[11]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. Ahmad 22/1 (10457), Bukhori 8/268 (2242), Abu Dawud 2/152 (461), Ibnu Majah 3/12 (783).</span></p>
</div>
<div id="ftn12">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn12" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref12"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[12]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. Muslim 3/377 (1037).</span></p>
</div>
<div id="ftn13">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn13" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref13"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[13]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. Muslim 1/182 (82).</span></p>
</div>
<div id="ftn14">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn14" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref14"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[14]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. Muslim 4/359 (1435), an Nasaa-iy 6/27 (1560), Ibnu Majah 1/52 (44), dan selainnya. </span></p>
</div>
<div id="ftn15">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn15" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref15"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[15]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. an Nasaa-iy 12/374 (3954), al Baihaqi “al Kubro” 2/292 juga dalam “Syu’abul Iman” 22/469 (10643), Ibnu Baththah “Syarhul Ibanah” 1/236 (230), ath Thobroni “al Kabir” 11/78 (13448) 11/270 (561) 12/80/82 (13808/13814) juga dalam “al Ausath” 14/170 (6592) 16/33 (7457), Syihab al Qodho’i dalam “al Musnad” 1/390 (230), Ibnu Zanjawaih dalam “al Amwal” 2/170 (620).</span></p>
</div>
<div id="ftn16">
<p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;"><span style="font-size:100%;"><a name="_ftn16" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2550857848957518702#_ftnref16"><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;"><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span style="font-family:Palacio;">[16]</span></span><!--[endif]--></span></span></a></span><span style="font-family:Palacio;font-size:100%;"> HR. al Hakim dalam “al Mustadrok” 1/378 (357), ath Thobroni “al Kabir” 1/206 (491) 4/104 (3621) juga dalam “asy Syamiyiin” 4/276 (1271) dan di Shohihkan oleh asy Syaikh al Albani dalam “Shohihul Jami’” (3621).</span></p>
</div>
</div>
<p><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaabdirrahman.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaabdirrahman.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=24&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/12/02/keutamaan-shalat-kufurnya-orang-yang-meninggalkan-shalat-terus-menerus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7da23a6b8255ea0e0c2af9bd60aa6c40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسيله</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana Allah? (2)</title>
		<link>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/08/13/dalil-dari-as-sunnah-nabawiyah-dan-pandangan-ulama-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-2/</link>
		<comments>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/08/13/dalil-dari-as-sunnah-nabawiyah-dan-pandangan-ulama-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 06:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسي البوغوري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abaabdirrahman.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[DALIL DARI AS-SUNNAH NABAWIYAH DAN PANDANGAN ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH 1. Dari Shahabat Mu&#8217;awiyah bin al-Hakam as-Sulami radhiyallahu&#8217;anhu, قَالَ وَكَانَتْ لِى جَارِيَةٌ تَرْعَى غَنَمًا لِى قِبَلَ أُحُدٍ وَالْجَوَّانِيَّةِ فَاطَّلَعْتُ ذَاتَ يَوْمٍ فَإِذَا الذِّيبُ قَدْ ذَهَبَ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا وَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِى آدَمَ آسَفُ كَمَا يَأْسَفُونَ لَكِنِّى صَكَكْتُهَا صَكَّةً فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=14&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>DALIL DARI AS-SUNNAH NABAWIYAH DAN PANDANGAN ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Dari Shahabat Mu&#8217;awiyah bin al-Hakam as-Sulami <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em>,</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>قَالَ وَكَانَتْ لِى جَارِيَةٌ تَرْعَى غَنَمًا لِى قِبَلَ أُحُدٍ وَالْجَوَّانِيَّةِ فَاطَّلَعْتُ ذَاتَ يَوْمٍ فَإِذَا الذِّيبُ قَدْ ذَهَبَ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا وَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِى آدَمَ آسَفُ كَمَا يَأْسَفُونَ لَكِنِّى صَكَكْتُهَا صَكَّةً فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَعَظَّمَ ذَلِكَ عَلَىَّ قُلْتُ </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Aku memiliki sekawanan kambing yang berada diantara gunung Uhud dan Jawwaniyah, disana ada seorang budak wanita. Suatu hari aku memeriksa kambing-kambing itu, tiba-tiba aku dapati bahwa seekor serigala telah membawa (memangsa) salah satu diantara kambing-kambing itu, sementara aku seorang manusia biasa, aku menyesalinya, lalu aku menampar wanita itu. Kemudian kudatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kuceritakan kejadian tersebut kepadanya, beliaupun membesarkan peristiwa itu atasku, maka kukatakan kepadanya : </em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>يَا </strong><strong>رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ أُعْتِقُهَا </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>‘Wahai Rasulullah, tidakkah (lebih baik) aku memerdekakannya?</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>قَالَ « ائْتِنِى بِهَا ». </strong></p>
<p><strong><em>Beliau berkata : Panggilah ia!,</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>فَأَتَيْتُهُ بِهَا فَقَالَ لَهَا « أَيْنَ اللَّهُ ». </strong></p>
<p><strong><em>Lalu aku memanggilnya, maka beliau berkata kepadanya : ‘Dimana Allah?</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>قَالَتْ فِى السَّمَاءِ.</strong></p>
<p><strong><em>Wanita itu menjawab : ‘Di langit&#8217;.</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>قَالَ « مَنْ أَنَا ». </strong></p>
<p><strong><em>Beliau bertanya lagi : ‘Siapakah aku?</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ. </strong></p>
<p><strong><em>Ia menjawab : ‘Engkau adalah utusan Allah!</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>قَالَ « أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ ».</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Beliau berkata : ‘Bebaskanlah (merdekakanlah dia)! Karena sesungguhnya dia adalah seorang wanita yang beriman&#8221;.<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></em></strong><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><span id="more-14"></span></a><strong><em><a name="_ftnref1" href="#_ftn1"></a> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah mengomentari hadits ini :</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>هذا صحيح رواه مسلم في صحيحه ومالك في موطأه </strong><strong>,</strong><strong>وغيرهما من الأئمة رحمهم الله عز وجل</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Hadits ini shahih diriwayatkan oleh al-Imam Muslim dalam shahihnya dan al-Imam Malik dalam Muwaththanya, dan selain mereka dari para A-immah semoga Allah ‘Azza wa Jalla merahmati mereka semua.&#8221;<a name="_ftnref2" href="#_ftn2"><strong>[2]</strong></a></em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em>TENTANG HADITS INI BERKATA PARA IMAM AHLUS SUNNAH WAL JAMA&#8217;AH</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Berkata al-Imam al-Hafizh ‘Utsman bin Sa&#8217;id ad-Darimi rahimahullah:</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>ففي حديث رسول الله دليل على أن الرجل إذا لم يعلم أن الله عز و جل في السماء دون الأرض فليس بمؤمن. ولو كان عبدا فأعتق لم يجز في رقبة مؤمنة إذ لا يعلم أن الله في السماء. ألا ترى أن رسول الله أمارة إيمانها معرفتها أن الله في السماء.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dalam Hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ini terdapat dalil bahwa seorang apabila tidak mengetahui kalau Allah ‘Azza wa Jalla itu diatas langit bukan di bumi, maka dia bukan seorang mukmin. Kalau sekiranya seoarang hamba ingin dibebaskan maka tidak bisa menjadi budak mu&#8217;minah jika tidak mengetahui bahwa Allah diatas langit. Apakah anda tidak tahu bahwa Nabi menjadikan tanda keimanan budak wanita tersebut adalah pengetahuannya bahwa Allah diatas langit.<a name="_ftnref3" href="#_ftn3"><strong>[3]</strong></a></em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Berkata al-Imam Abul Hasan al-‘Asy&#8217;ari rahimahullah:</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>وهذا يدل على أن الله تعالى على عرشه فوق السماء فوقية لا تزيده قربا من العرش</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;ini membuktikan bahwa Allah berada diatas arsy-Nya yang ada diatas langit dengan ketinggian yang tidak lebih dekat dari ‘arsy.&#8221;<a name="_ftnref4" href="#_ftn4"><strong>[4]</strong></a></em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Berkata al-Hafizh ‘Abdul Ghani al-Maqdisi rahimahullah:</em></strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>ومن أجهل جهلاً ، وأسخف عقلاً ، وأضل سبيلاً ممن يقول : إنه لا يجوز أن يقال : أين الله؟ ، بعد تصريح صاحب الشريعة بقوله : أين الله؟</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Siapakah yang lebih jahil dan rusak akalnya serta tersesat jalannya melebihi seorang yang mengatakan : bahwa tidak boleh bertanya : dimana Allah? Setelah ketegasan pembuat syari&#8217;at dengan perkataannya : dimana Allah?.<a name="_ftnref5" href="#_ftn5"><strong>[5]</strong></a></em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hadits diatas telah cukup untuk menjelaskan Dimana Allah, dan kami tidak akan menunujukkan hadits lain karena sangat banyak sekali yang menjelaskan masalah ini. Wallahul musta&#8217;an.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bersambung insya Allah.</strong></p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> HR. Muslim Bab Tahrimil Kalami Fiish Shalati wa Naskhi Ma Kaana min Ibahatihi (537), dan para Imam lainnya.</p>
<p><a name="_ftn2" href="#_ftnref2">[2]</a> Itsbat Shifatil ‘Uluw, al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi, Tahiq: DR. Ahmad bin ‘Athiyah bin ‘Ali al-Ghamidi, Mu-asasah ‘Ulumul Qur-an &#8211; Beirut &amp; Maktabah ‘Ulum wal Hikam &#8211; Madinah al-Munawarah, Cetakan Pertama 1409 H, Hal. 69.</p>
<p><a name="_ftn3" href="#_ftnref3">[3]</a> Ar-Raddu ‘Alal Jahmiyyah, al-Imam ‘Utsman bin Sa&#8217;id ad-Darimi, Hal. 39 (63), ad-Darus Salafiyah &#8211; Kuwait, Cetakan Pertama 1405 H.</p>
<p><a name="_ftn4" href="#_ftnref4">[4]</a> Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah, al-Imam al-‘Asy&#8217;ari, Tahqiq: DR. Fauqiyah Husain Mahmud, Dar al-Anshar &#8211; Kairo &#8211; Mesir, Cetakan 1 &#8211; 1397 H, Hal. 2/119</p>
<p><a name="_ftn5" href="#_ftnref5">[5]</a> Al-‘Iqtishad Fiil I&#8217;tiqad (<em>‘Aqidah al-Hafidz&#8217;Abdul Ghani al-Maqdisi</em>) hal. 45.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaabdirrahman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaabdirrahman.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=14&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/08/13/dalil-dari-as-sunnah-nabawiyah-dan-pandangan-ulama-ahlus-sunnah-wal-jama%e2%80%99ah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7da23a6b8255ea0e0c2af9bd60aa6c40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسيله</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana Allah? (1)</title>
		<link>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/07/20/dimana-allah-1/</link>
		<comments>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/07/20/dimana-allah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسي البوغوري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abaabdirrahman.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Dimana Allah? Sebuah pertanyaan mendasar yang menyangkut aqidah seorang muslim, terutama yang mengaku sebagai seorang Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah. 1. Apakah pertanyaan ini merupakan syubhat sehingga tidak memerlukan jawaban apapun?? 2. Apakah pertanyaan ini merupakan bid&#8217;ah?? 3. Apakah pertanyaan ini justru menganggap bahwa Allah Jalla wa &#8216;Alaa memiliki tempat (-yang menurut sebagian kelompok Allah mustahil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=5&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Dimana Allah?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebuah pertanyaan mendasar yang menyangkut aqidah seorang muslim, terutama yang mengaku sebagai seorang Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah. </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Apakah pertanyaan ini merupakan syubhat sehingga tidak memerlukan jawaban apapun??</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Apakah pertanyaan ini merupakan bid&#8217;ah??</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Apakah pertanyaan ini justru menganggap bahwa Allah Jalla wa &#8216;Alaa memiliki tempat (-<em>yang menurut sebagian kelompok Allah mustahil memiliki tempat</em>-)??</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Atau memang ternyata pertanyaan ini memiliki hujjah dari kitabullah dan sunnah Rasulullah <em>shalallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, sehingga disyari&#8217;atkan menanyakan hal tersebut??</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apabila anda bertanya dimana Allah? Niscaya anda akan mendapati banyak sekali versi jawaban. Diantara mereka ada yang mengatakan:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Allah ada dimana-mana&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Allah ada dihati&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Allah lebih dekat dari urat leher hamba-Nya&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;Allah ada tanpa tempat&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dan beraneka ragam jawaban akan anda dapati!!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dalam masalah ini, telah terjadi pertempuran besar antara Ahlul Hadits melawan Jahmiyah, sebagaimana yang dikatakan al-&#8217;Allamah Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em> beliau berkata:</strong></p>
<p style="padding-left:30px;" dir="rtl"><strong>بل الذي بين أهل الحديث والجهمية من الحرب أعظم مما بين عسكر الكفر وعسكر الإسلام</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;<em>Bahkan pergulatan Ahlul Hadits versus Jahmiyah lebih dahsyat daripada pertempuran antara pasukan kafir melawan pasukan Islam</em>.&#8221;<a name="_ftnref1" href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Insya Allah ta&#8217;ala kami akan mengupas tuntas masalah tersebut.</strong><span id="more-5"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DALIL-DALIL AL-QUR-AN AL-KARIM</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat al-A&#8217;raf ayat 54:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ <span style="text-decoration:underline;">اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ</span> يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالأمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (٥٤)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8220;<em>Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia <span style="text-decoration:underline;">bersemayam di atas &#8216;Arsy</span>. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam</em>.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Huud ayat 7:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ (٧)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): &#8220;Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati&#8221;, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: &#8220;Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata&#8221;.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Thaha ayat 4-5:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا (٤)الرَّحْمَنُ <span style="text-decoration:underline;">عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى</span> (٥)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. <span style="text-decoration:underline;">yang bersemayam di atas &#8216;Arsy</span>.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Al-Furqan ayat 59:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ <span style="text-decoration:underline;">ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ</span> الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا (٥٩)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian <span style="text-decoration:underline;">Dia bersemayam di atas Arsy</span>, (Dialah) yang Maha pemurah, Maka Tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Fushshilat ayat 11:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong><span style="text-decoration:underline;">ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ</span></strong><strong> وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلأرْضِ اِئْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ (١١)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;<span style="text-decoration:underline;">Kemudian Dia beristiwa ke langit</span> dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: &#8220;Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa&#8221;. keduanya menjawab: &#8220;Kami datang dengan suka hati&#8221;.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 29:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا <span style="text-decoration:underline;">ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ</span> فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٢٩)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi semuanya untuk kamu dan <span style="text-decoration:underline;">Dia beristiwa ke langit</span>, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat As-Sajdah ayat 5:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>يُدَبِّرُ الأمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الأرْضِ <span style="text-decoration:underline;">ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ</span> فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (٥)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, <span style="text-decoration:underline;">kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya</span> dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Fathir ayat 10:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ (١٠)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Fathir ayat 10:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ <span style="text-decoration:underline;">وَرَافِعُكَ إِلَيَّ</span> وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (٥٥)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;(ingatlah), ketika Allah berfirman: &#8220;Hai Isa, Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan <span style="text-decoration:underline;">mengangkat kamu kepada-Ku</span> serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya&#8221;.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 157-158:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (١٥٧)<span style="text-decoration:underline;">بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ</span> وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (١٥٨)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dan karena Ucapan mereka: &#8220;Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah&#8221;, Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), <span style="text-decoration:underline;">Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya</span>. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>11. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat An-Nahl ayat 50:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ (٥٠)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>12. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 16-17:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الأرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ (١٦)أَمْ أَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ (١٧)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, Atau Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>13. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Al-Ma&#8217;arij ayat 3-4:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ (٣)تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ (٤)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;(yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>14. </strong><strong>Allah Ta&#8217;ala berfirman dalam surat Ghafir ayat 36-37:</strong></p>
<p style="text-align:right;" dir="rtl"><strong>وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الأسْبَابَ (٣٦)أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأظُنُّهُ</strong><strong> </strong><strong>كَاذِبًا وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلا فِي تَبَابٍ (٣٧)</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>&#8220;Dan berkatalah Fir&#8217;aun: &#8220;Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan Sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta&#8221;. Demikianlah dijadikan Fir&#8217;aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan Dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir&#8217;aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em><strong>nampak jelas bagi kita bahwa ayat-ayat diatas menunjukkan sifat TInggi &#8220;Uluw&#8221; bagi Allah.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Bersambung insya Allah</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em> </em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a name="_ftn1" href="#_ftnref1">[1]</a> Ijtima&#8217; al-Juyusy al-Islamiyah ala Ghazwil Mu&#8217;athillah wal Jahmiyah, Hal. 184, Maktabah Darul Bayan. Dimasyqi-Suriah, Cet. Ke-3,  1421 H.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abaabdirrahman.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abaabdirrahman.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abaabdirrahman.wordpress.com&amp;blog=4272894&amp;post=5&amp;subd=abaabdirrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abaabdirrahman.wordpress.com/2008/07/20/dimana-allah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7da23a6b8255ea0e0c2af9bd60aa6c40?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">أبو عبد الله عدي بن سرطيوى بن سانوسيله</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
